Minggu, 13 Januari 2013

sepintal saja

 sepintal asa

tak ubahnya kaki berdiri
tak ubahnya tangan meraih
tak ubahnya mata berbinar
tak ubahnya bibir tersungging

sepintal,, tak banyak
ia masih menggenggam harap
langit luas bumi terhampar 
kini telah jatuh terduduk rapat

dalam..
terkubur bersama 
terjerat bak pinta
terkikis ..

entah apa jadinya..
jika sepintal asa
ditukar dengan langit tua
dongeng saban harian
kapur lepuh 
dan kuas tak bertuan
 

4 komentar:

  1. Ya Allaah,,
    semoga ustadzah nida' nggak nemu puisi ini.. aamiin..
    bahaya kalau di kasi tugas menganalisa puisi ini...
    @.@

    BalasHapus
    Balasan
    1. puisi ini buat inas aja dh klo gt <3
      semoga berkenan ^^

      Hapus
    2. tapi inas nggak fahaaam @.@
      jelasin dong..

      Hapus
    3. hmmm,,, gimana jelasinnya ya?
      intinya ttg orang yg punya sedikit sekali harapan dalam hidupnya, tapi harapan yg sedikit itupun jangan sampai musnah,, krn harapan yg menyokong kehidupan :)

      Hapus