sepintal asa
tak ubahnya kaki berdiri
tak ubahnya tangan meraih
tak ubahnya mata berbinar
tak ubahnya bibir tersungging
sepintal,, tak banyak
ia masih menggenggam harap
langit luas bumi terhampar
kini telah jatuh terduduk rapat
dalam..
terkubur bersama
terjerat bak pinta
terkikis ..
entah apa jadinya..
jika sepintal asa
ditukar dengan langit tua
dongeng saban harian
kapur lepuh
dan kuas tak bertuan

Ya Allaah,,
BalasHapussemoga ustadzah nida' nggak nemu puisi ini.. aamiin..
bahaya kalau di kasi tugas menganalisa puisi ini...
@.@
puisi ini buat inas aja dh klo gt <3
Hapussemoga berkenan ^^
tapi inas nggak fahaaam @.@
Hapusjelasin dong..
hmmm,,, gimana jelasinnya ya?
Hapusintinya ttg orang yg punya sedikit sekali harapan dalam hidupnya, tapi harapan yg sedikit itupun jangan sampai musnah,, krn harapan yg menyokong kehidupan :)