Rabu, 15 Januari 2014

what do ya hev en ya donn




          Selalu ada pertanyaan sebelum seseorang benar-benar menulis sebuah tulisan. pertanyaan pertama bagaimana memulainya, ya itulah yang terjadi pula pada yang sedang menghentak huruf kali ini. Dulu tak separah ini, sangat tau benar bagaimana memulai namun payahnya tak pernah tau bagaimana mengakhiri. Mungkin karena sifat manusiawi yang cepat bosan dan sangat cepat pula perhatian ini teralih. (nasib golongan darah B) T_T
        Penyakit kali ini makin kompleks, tak tau bagaimana mengawali apalagi  bagaimana akan mengakhiri. Krisis kreativitas, kepercayaan diri, kehilangan sumber inspirasi (miss them) dan yang paling bobrok lenyapnya motivasi. Mengapa paling bobrok?
Tentu saja! Tak pernahkah tersadar jika kita seutuhnya melakukan segala sesuatu didorong motivasi? Makan, motivasinya lapar. Tidur, motivasinya ngantuk. Membaca motivasinya rasa ingin tau. Menulis??? Nah ini dia yang perlu dibentangkan alasanya, agar nanti tulisannya tidak salah jurusan! Karena salah seorang dosen bahasa Indonesia pernah berkata:    “menulis itu keterampilan kebahasaan yang kompleks nan rumit, sehingga jika seseorang telah benar-benar menguasainya maka ketenaran dan kekayaan telah berada digenggamannya” setelah dicerna lagi itu adalah sebuah motivasi!!!! Motivasi untuk belajar menulis lebih rapih dan rajin lagi. Karena meskipun mengambil jurusan bahasa asing, toh nantinya akan tetap menterjemah ke bahasa Indonesia. Jika bahasa sendiri saja masih luluh lantak bagaimana cara kita memahami bahasa orang?
        Memang tak mudah menentukan pilihan untuk dijadikan motivasi, seperti halnya tadi, jika ketenaran dan kekayaan menjadi motivasi. Hmm menurut saya, selain motivasi seperti itu terlalu umum juga bisa dicari melalui jalur selain menulis, Dan karena bahasa sendiri bukan ilmu sepraktis matematika yang cukup mengandalkan kalkulator. Ilmu kebahasaan  Jauh lebih ke intuisi dan komposisi. Intuisi berarti diksi yang tepat dan komposisi berarti plot yang cerdas dan memikat. Meski tulisan itu tak selalu fiksi, plot tetaplah penentunya, bagi saya plot juga mewakili kata “struktur” untuk tulisan-tulisan yang membosankan alias tulisan nonfiksi.
        Lalu apa motivasi yang mendorong saya untuk menulis? (terlalu ngalur ngidul dari tadi) Motivasi saya adalah KEAMANAN. Apa kaitannya?! Kaitannya sangat erat dengan takdir saya sebagai seorang wanita. Seorang wanita didalam agama islam telah sangat amat dimuliakan, dengan syariat berhijab, tidak diwajibkan mencari nafkah, tidak berpergian dengan sembarang orang, tidak berhias seperti riasan jahiliyah dan masih banyak lagi peraturan dalam agama yang memuliakan wanita sebagai makhluk yang pada dasarnya lemah lembut dan selalu ingin dimengerti. Jika islam saja melindungi, tentu yang dilindungi harus lebih giat mencari cara untuk melindungi dirinya. Salah satunya menekuni bidang yang sesuai dengan kodratnya sebagai wanita dan tentunya tidak berseberangan dengan syariat islam.
        Yup! Menulis adalah jawaban dari saya untuk melindungi diri agar tetap berada di garis syariat. Dengan keterampilan menulis, wanita tak perlu keluar rumah, dengan keterampilan menulis wanita masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangganya jika sudah berkeluarga nanti. Dengan keterampilan menulis wanita akan lebih sehat, karena menurut buku Quantum writing karya bla blabla *haha lupa!! Dalam sebuah percobaan, beberapa orang diminta untuk menuliskan kejadian yang traumatis dalam hidupnya. Hasilnya, ternyata orang- orang tersebut merasa lebih baik setelah menuliskan kejadian tersebut. Jadi kesimpulannya menulis adalah pekerjaan paling praktis jika benar-benar berkeinginan untuk menjadi wanita kurir  *eh maksudnya wanita karir, karena pada dasarnya seperti yang saya sebutkan tadi, islam tidak membebankan kewajiban nafkah diatas pundak seorang wanita.
        Yang terakhir namun tak kalah penting dari motivasi, apa bekal untuk menjadi penulis yang expert? Yaaah kalaupun expert tidak tercapai, paling tidak penulis tingkat standar lah, yang tulisannya lezat dibaca dan estetika strukturnyapun masih masuk dalam standar EYD.

        Apa yang saya punya dan apa yang tidak saya miliki?
1.   Saya memiliki dua mata untuk melihat, itu artinya masih memiliki peluang untuk terus membaca dan belajar untuk menyempurnakan segala kekurangan. Adapun tentang bentuknya... saya memiliki dua mata yang belo’ yang kelebihannya, ketika menatap lebih hangat dari mata bentuk lain, dan kekurangannya cepat sekali interest dengan hal yang baru. *pantes novel banyak yang ngegantung gak ada endingnya *_*
2.    Saya memiliki dua alis untuk menjaga mata,, haha, iyalah!!! XD maksud saya sedari tadi adalah ilmu membaca wajah dan tubuh. Entahlah tentang kebenarannya, namun salah seorang ustadz saya pernah bertitah bahwa ilmu seperti itu memang ada, dan digunakan untuk mempertimbangakan calon pasangan saat hendak menikah. “Hohoho ^o^” Bagaimanapun saya sudah kecantol dengan ilmu yang satu ini. Saya jadi penasaran dan terus mencocokan artikel yang saya baca dengan orang disekitar saya.               #Wah PARAH!!! ToT ... back to alis,,, alhamdulillah saya memiliki alis yang biasa saja, sedikit tebal, tidak terlalu melengkung apalagi menyerupai ukiran. Alis tebal pertanda kekuatan intelektual, bentuknya yang pendek mengisyaratkan sosok yang selalu bersemangat, ambisius, dan mandiri *aamiin aamiin ya rabb!!!! Mau tau arti alismu? Klik disini : www.m.vemale.com/woman-extra/21195-mengungkap-kepribadian-wanita-lewat-bentuk-alis.html
3.   Lanjut ke hidung... wah kalau yang satu ini saya upstain saja.sampai saat ini saya juga bingung hidung saya termasuk kategori mana? Yang jelas dari beberapa artikel yang saya baca, hidung mancung itu cenderung jujur dan perfeksionis, hidung pesek itu pekerja keras dan humoris, dan hidung yang ada tonjolannya itu pemikir dan sangat ramah... semua indah, karena semua ciptaanNYA J
4.   Kalau bibir... sepertinya tidak ada hubungannya dengan tulis-menulis tapi, kalau penasaran juga, bolehlah di cek disini:                                  www.menjaga-bumi.blogspot.com/2012/02/membaca-karakter-seseorang-dari-bentuk.html?m=0
5.   Yang terakhir adalah kedua tangan, alhamdulillah saya masih memiliki keduanya, dan saya sangat mencintai mereka.Tangan bak kebutuhan primer bagi tubuh karena hampir segala sesuatunya kita lakukan dengan tangan, maka dari itu saya selalu takjub jika melihat seorang dengan kekurangan fisik namun mampu bertahan hidup dan tetap semangat. Ketika mereka tersenyum dan berkata akan baik-baik saja justru disitu saya yang meleleh,((hiks, gak tega)). Kembali ke topik.. Saya terlahir dengan tangan air. Pssst... bukan berarti tangan yang selalu berkeringat!!! Orang dengan tipe tangan seperti ini memiliki ciri jari yang panjang dengan telapak yang panjang pula. Seorang tangan air memiliki kepribadian yang introvert, emosional, memikat, sensitif, artistik, imajinatif. Sekali lagi entahlah itu benar semua atau tidak tapi ada satu baris di akhir artikel yang memecut semangat saya. “Pekerjaan yang cocok: Seniman, sastrawan, perancang mode, model fesyen, bisnis dst.” Intip disini:

Baiklah, saya rasa saya harus segera mengakhiri tulisan yang tak jelas arah dan tujuan ini. Namun bagi yang sudah membaca dan mendambakan hal yang sama seperti saya, hendaklah ia menulis seperti yang saya tulis. Jadi dengan begitu kita bisa mengetahui  apa yang ada pada diri kita pada saat ini, apa yang perlu kita poles, apa yang perlu kita tambal, apa yang perlu kita tempuh agar cita-cita sebagai penulis dapat terengkuh.
Sampai jumpa di posting lainnya di “Read me!” ^^


                                


5 komentar:

  1. ~>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُه<~

    BalasHapus
  2. Gimana kabarnya k ris??
    Trus nulis k ris,fatimah tunggu tulisan selanjutnya :D

    BalasHapus
  3. alhamdulillah kher 'aziizaty, fathimah kef haal? insya allah qariiban :) fathimah ada blog? biar kak ris follow :D

    BalasHapus
  4. Kak riiisssss tulisannya baguuusss masyaAllah 👍👍👍 walau sempat belok kanan kiri 😄 Tapi asyik nggak bosenin. Ayoo ditunggu kisah kkn nyaaa 😃

    BalasHapus
  5. sedang berjuang naaas T.T memori 2 bulan bagai 2 GB -,-

    BalasHapus