muram terpancar dari pecahan malam
ya, ia mengais di ujung keheningan
ya, ia terkulai meredam segala kepalsuan
karena ia cuma muram!
karena ia cuma sekam!
karena ia tak diinginkan...
ia tak coba bergulat dengan waktu, mengapa?
mengapa tak coba lebih gigih tuk nyatakan pinta, pulpen menggelepar, kertas terkapar-kapar
mungkin kesemutan... karena kau suram! wajahmu menggelikan...
menggertak tanpa arah, meneriakkan tanpa rasa!
wahai kau!
iya! dirimu!!!!!
rahasiakan mawar berdarah dari pelipis jarimu
tertawakan tikus got yang tak lebih hina darimu
rahasiakan mawar berdarah dari pelipis jarimu
tertawakan tikus got yang tak lebih hina darimu
apa maumu???
teritorial satu-satu
amandemen berbanding seribu
tak penting tak unggah, tak layak di bibirmu
kau kunyah kau telan sendiri saja khotbahmu...
karena kau diam
kau sekam
kau tak dalam sadar tak pula dalam fikiran,,,
teruntuk
para koruptor yg belum bertaubat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar