Rabu, 08 Agustus 2012

"Hadiah yang tertunda"

ONCE UPON A TIME. . .




Ada seorang anak lelaki yang tinggal bersama ayahnya,
Ia seorang pemalas, tak mau bekerja keras,
Semata-mata mengandalkan harta pemberian dari ayahnya,

Sampai suatu hari ayahnya pun menantangnya dan berkata
"Jika kau mampu untuk berhasil melakukan sesuatu dengan kedua tanganmu sendiri maka aku akan berikan imbalan untuk itu, imbalan berupa apapun yang kau inginkan"
iapun menjawab dengan angkuhnya "benarkah kau akan memberi apapun yang kuinginkan?"
ayahnya berucap dengan mantap "iya, apapun itu"
"kalau begitu aku minta di belikan mobil termahal yang pernah ada" sembari tersenyum sinis dan merasa yakin bahwa apa yang ia inginkan kali ini pasti ia dapatkan.
Walhasil iapun mulai berusaha,
Ia melakukan banyak pekerjaan yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan apalagi ia coba,
Awalnya iapun sering jatuh lalu gagal
Namun dengan kegigihan dan keinginannya yang kuat untuk mendapatkan impiannya,
Qadarullah, iapun berhasil,,

Dan dengan wajah sumringah dan perasaan yang berbunga-bunga, iapun mendatangi ayahnya kembali,
Kali ini ia yakin mobil mewah itu akan benar-benar jadi miliknya.
 
"Aku ingin menagih janjimu, pasti kau belum lupa kan?!"
"Tentu saja aku ingat, anakku" ayahnyapun menyodorkan sebuah alqur'an kepadanya dan ini tentu saja membuatnya naik pitam,,,,
"Engkau sungguh keterlaluan! kau janjikan aku sebuah mobil, tapi mengapa buku ini yang kau beri?
jika tau akan seperti ini, aku pasti tak akan bersusah payah sedari kemarin!" iapun membanting alquran tsb
di hadapan ayahnya diikuti oleh suaranya yang bergemuruh seiring dengan amarahnya.
"Tapi anakku,,,"
"Akh! sudahlah.... aku sekarang jadi mengerti mengapa kau suruh aku berusaha, kau pasti ingin aku pergi kan dari rumah ini? BAIK!!! aku pergi,,, aku tak akan memberatkanmu lagi!"
Ayahnyapun hanya bisa pasrah melihat putranya yang berlalu begitu saja...
 
Beberapa tahun berselang,
Anak itu sudah bisa hidup dengan lebih baik,
Ia sudah mulai mengerti bagaimana cara menghargai jerih payah orang lain,
Terutama ayahnya,
Yang selama ini telah merawatnya dengan penuh kasih
 
Namun ia terlambat,
Sebelum ia kembali dan meminta maaf, ajal telah menjemput ayahnya,
Iapun menyesal
Dan kini ia sedang meratapi sisa-sisa kebersamaan mereka di masa lampau
Masa dimana ia menjawab tantangan ayahnya dengan sangat angkuh dan arogan

Ia membuka laci,
Alquran yang ia banting beberapa tahun silam masih tersimpan rapi,
Ia pun beristighfar dan membuka lembaran Alquran tsb.
SEBUAH KUNCI MOBIL
Ia menatap kunci itu, terbelalak...
Terkejut karena ayahnya tak mengingkari janji,
Namun ialah yang terlalu terbawa ego dan emosinya...
 
Iapun menangis...
Dengan tangisan yang ia tak tau kapan usainnya....

SEMOGA KITA BISA LEBIH MENGHARGAI ORANG DI SEKITAR KITA,
DAN LEBIH SABAR TERHADAP TAKDIR YANG DIHADAPKAN PADA DIRI KITA,
KARENA ALLAH AKAN MENJAWAB SEMUA
DENGAN JAWABAN TERBAIK
DAN DALAM WAKTU YANG PALING TEPAT :)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar