Sebuah perjalanan tak mungkin mengingkari tujuan,
Dan sebuah pelabuhan tak jua dapat menolak sejuta asa,,,
Ribuan waktu yang kau temukan takkan bergerak tanpa awal mula
Saat kau masih dalam buaian
Saat kau dipeluk bunda...
DISITULAH KATA MENGAWALI SEGALANYA...
kau masih rapuh dalam ingatan
kaupun bergemuruh dalam perasaan
memelas kau saat tak dihiraukan
tertawa kau saat diperhatikan
kau belum mengenal
kau hanya mengikuti apa yang hatimu cintai...
kau...
masih tak mengerti
apa yang orang-orang harapkan...
EKHM...... CHECK!!???
Serius banget bacanya........ :P
kali ini aku ingin bercerita tentang anak kecil...
Eits, bukan sembarang anak kecil...
Bagiku, ia malaikat kecil lucu yang mengibaskan sayapnya ke wajahku
Memang ia tak berpuisi apalagi berdendang,
Namun apa yang ia perbuat,telah membuatku sadar,
Banyak sekali sadar ... :)
Di suatu pagi yang indah, di sebuah kelas yang penuh sesak...
Dan di jam tahfidz yang hampir mendekati masa tenggangnya ((hee*))
Aku masih menyimak dengan penuh kepanikan....
Karena waktu yang terbatas, dan masih ada satu lagi anak yang belum mendapat gilirannya
dan tepat disaat temannya itu selesai,belpun berdering dengan keras..
Akupun berkata padanya:
"dik,gimana donk,, habis waktunya..."(dengan nada bicara sedemikian rupa)
Aku kira ia akan tersenyum dan berkata "ya sudahlah besok saja"
Lalu pergi dengan gembira...
MASYA ALLAH....
Namun sebaliknya, yang ia lakukan malah MENANGIS TERSEDU dan membuat hati ini meleleh,,,
Seperti anak kecil kebanyakan,IA MENGIKUTI APA YANG IA CINTAI...
Dan yang ia cintai adalah "membaca al-qur'an"
Padahal ia tak pernah tau faidahnya,
Padahal ia tak pernah pelajari tafsirannya,
Bahkan Ia tak pula menghafalnya, Ia masih tingkat iqro'....
Aku yang masih terbelalakpun segera menemui wali kelasnya dan meminta izin agar bisa menyimaknya untuk
beberapa saat di luar kelas,,,
Dan setelah mendapat izin,akupun bergegas keluar bersamanya,
Rengekannya terhenti, namun air matanya masih mengalir
Iqro' yang ia gunakanpun basah berlumur air matanya,
Iapun membaca dengan suara yang masih terdengar sendu..
Dan keesokan harinya,
"Bu guru,kita ngaji duluan" belum saja aku duduk ia telah menghampiriku dengan senyumnya yang lebar.....
Lalu kita?!
Pernahkah kita menangis saat tak sempat membaca firmanNYA????

Tidak ada komentar:
Posting Komentar